PROPOSAL USAHA
“BISNIS SIDAT UNTUNG SECEPAT KILAT”
A. EKSEKUTIF SUMMARY
Latar Belakang
Ikan Sidat (Anguilla sp) merupakan komoditas perikanan yang belum banyak dikenal orang. Padahal hewan yang mirip dengan belut ini memiliki potensi luar biasa sebagai komoditas dalam negeri maupun ekspor. Saat ini permintaan ekspor sidat terus meningkat. Harga jualnya juga mencengangkan. Ikan sidat merupakan salah satu jenis ikan yang laku di pasar internasional (Jepang, Hongkong, Belanda, Jerman, Italia dan beberapa negara lain), dengan demikian ikan ini memiliki potensi sebagai komoditas ekspor. Di Indonesia sendiri sumberdaya benih cukup berlimpah. Setidaknya terdapat empat jenis sidat yaitu Anguilla bicolor, Anguilla marmorata, Anguilla nebulosa, dan Anguilla celebesensis.
Selain memiliki pasar ekspor yang potensial, ikan sidat sendiri memiliki kandungan vitamin yang tinggi. Hati ikan sidat memiliki 15.000 IU/100 gram kandungan vitamin A. Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega yang hanya mencapai 1.900 IU/100 gram. Bahkan kandungan DHA ikan sidat 1.337 mg/100 gram mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat 820 mg/100 gram atau tenggiri 748 mg/100 gram. Vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin A masing-masing adalah 25 kali lipat, 5 kali lipat dan 45 kali lipat susu sapi, kandungan zinc (emas otak) merupakan 9 kali lipat susu sapi. Sementara kandungan EPA ikan sidat mencapai 742 mg/100 gram, jauh di atas ikan salmon yang hanya 492 mg/100 gram dan tenggiri yang hanya 409 mg/100 gram. Dengan fakta seperti itu, maka membudidayakan ikan sidat selain mempunyai potensi pasar yang menjanjikan juga bisa memberikan jaminan gizi kepada orang yang mengkonsumsinya.
Melihat peluang akan adanya ceruk pasar yang besar tersebut dan mengingat semakin berkembang pertambahan jumlah penduduk Indonesia dan di dunia maka kami memberanikan diri untuk menjalankan usaha beternak ikan sidat. Selain itu kami berharap usaha ini mampu memberikan kontribusi untuk mencerdaskan bangsa Indonesia dengan menggalakan mengkonsumsi ikan sidat sehingga bangsa ini mampu mandiri dalam membangun perekonomian demi mencapai kesejahteraan bersama.
Kepemilikan Perusahaan
o Susunan Pengurus
Pengurus perusahaan terdiri dari penanam modal aktif dan pasif yang menanamkan modalnya sebagai investasi. Susunan pengurus perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Direktur Utama : Ali Taufiq Hidayat
2. Direktur Operasional : Hendra Dwi Kurniawan
3. Direktur Pemasaran : Arif Setiyono
Struktur Permodalan
Modal awal untuk memulai usaha peternakan sidat adalah sebesar 23.362.000,-
Visi dan Misi
o Visi perusahaan :
Menjadi perusahaan ikan sidat terkemuka di Indonesia dengan kualitas ekspor.
o Misi perusahaan :
Mewujudkan usaha ternak sidat terbesar di Indonesia dengan konsep sederhana yang bisa dijalankan semua kalangan dengan keuntungan maksimal dan resiko bisnis paling minimal.
Identitas Perusahaan
Identitas, perusahaan adalah sebagai berikut :
Nama : UD. CAH SIDAT
Berdiri : 10 Nopember 2010
Alamat : Jalan Keputih Tegal Timur 42-44 Sukolilo, Phone 085222947686
Surabaya-Jawa Timur 60111
B. PEMASARAN
Strategi Pemasaran
Strategi Pemasaran & Penjualan
Strategi penjualan atau distribusi dilakukan dengan cara Direct Selling (penjualan langsung) dan kemitraan, artinya konsumen dapat memperoleh produk langsung dari produsendan bekerjasama secara kemitraan. Keuntungannya antara lain :
• Produk dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah karena tidak memerlukan rantai distribusi yang panjang.
• Produsen dapat lebih menjaga kualitas ikan yang dijualnya.
• Produsen dapat mengetahui secara langsung kebutuhan konsumen serta kepuasan konsumen atas produknya sehingga akan mempermudah dalam melakukan pengembangan dan inovasi produk.
• Hasil panen dijual kembali ke perusahaan tempat pembeliaan bibit sesuai perjanjian kerjasama kemitraan.
C. RENCANA KEUANGAN
Biaya investasi
Dalam pengembangannya, UD. CAH SIDAT memerlukan biaya investasi sebesar :
Tabel 1. Anggaran Biaya
No Spesifikasi Jumlah Satuan Harga Satuan (Rp) Harga total (Rp)
1 Investasi dan Perlengkapan
1. Sewa lahan 100 m2 50000 / tahun 5.000.000
1. Bangunan semi permanen 1 unit 2.500.000 2.500.000
2. Pompa air 1 unit 250.000 250.000
3. Pompa angin 1 unit 75.000 75.000
4. Kain kasa 20 m2 6.500 130.000
5. Bambu 25 buah 15000 375.000
6.Terpal 72 m2 4500 324.000
7.Paku 2 Kg 20.000 40.000
8. Papan kayu 10 lbr 11.000 110.000
2 Peralatan Penunjang
1. Serok/Saringan 4 buah 15.000 60.000
2.Selang 15 m2 5.000 75.000
3. Kawat 1 Kg 10.000 10.000
4. Kabel 10 m 3.000 30.000
5. Klem kabel 1 pack 5.000 5.000
6. Terminal Kuningan 1 buah 15.000 15.000
7. Lampu 6 buah 25000 150.000
8. Kapas 5 pack 5.000 25.000
3 Obat dan perawatan
1. Anti Bakteri 1 botol 25.000 25.000
2. Garam ikan 2 pack 2.500 5.000
3. Batu kapur 1 pack 5.000 5.000
4. Arang 1 pack 3.000 3.000
4 Bibit
1. Bibit ikan sidat ukuran 5 gr 10 Kg 450.000/ Kg 4.500.000
5 Pakan
1. Cacing sutra 100 Kg 15.000 1.500.000
2. Pelet 10 sack 135.000 1.350.000
6 Biaya alih teknologi
1. Tagihan listrik 6 bulan 100.000/bulan 600.000
2. Tagihan air 6 bulan 100.000/bulan 600.000
3. Tagihan telpon 6 bulan 50.000/bulan 300.000
4. Gaji pegawai 6 bulan 800.000/bulan 4.800.000
7 Biaya pemasaran
1. Toko online 1 tahun 500.000 500.000
6 Biaya tak terduga 500.000
Total 23.362.000
Penentuan Harga Pokok Produksi (HPP)
Asumsi harga pokok produksi per kilogram
o Harga bibit ukuran 5 gr per ekor Rp. 2.250,00 x 3 ekor Rp. 6.750,-
o Cacing sutra selama 6 bulan x Rp. 750,00 x 3 ekor Rp. 13.500,-
o Pelet selama 6 bulan x Rp. 675,00 x 3 ekor Rp. 12.150,- +
Jumlah Rp 32.400,-
HPP per kiogram Rp 32.400,-/ kg
Laporan Laba/Rugi per bulan
o Asumsi Pendapatan kotor per panen (600 kg/ panen)
Penjualan sekali panen 600 kg x Rp. 125.000,00 Rp. 75.000.000,-
HPP 600 Kg x Rp. 32.400,00 Rp 19.440.000,-
Pendapatan sekali panen (6 bulan) Rp 55.560.000,-
Pendapatan per bulan Rp 9.260.000,-
Rencana laporan laba/panen
o Pendapatan Rp 55.560.000,-
Biaya – biaya
• Sewa lahan Rp 2.500.000,-
• Listrik & air Rp 1.200.000,-
• Telepon Rp 300.000,-
• Gaji pegawai 1 orang @Rp. 800.000,- x 6 Rp 4.800.000,-
• Promosi Rp 250.000,-
• Obat dan Perawatan Rp 100.000,- +
Rp 9.150.000,-
Total laporan laba per panen Rp 46.410.000, -
Total Laba per bulan Rp 7.735.000, -
Break Event Point (BEP)
BEP = Modal investasi / Laba bersih per bulan =
Rp 23.362.000,- / Rp 7.735.000,- = 3, 02 bulan (satu kali panen per 6 bulan)
0 komentar:
Poskan Komentar